Koto Baru, DKUKMPP - Pemerintah Kabupaten Solok melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) terus berupaya mendorong pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) agar mampu naik kelas dan beradaptasi di era digitalisasi.
Sebagai wujud nyata, DKUKMPP sukses melaksanakan pelatihan perdanaan bagi pelaku IKM Kabupaten Solok yang diikuti oleh berbagai pelaku usaha kecil dari berbagai sektor.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan, memperkuat jejaring usaha, dan memperluas wawasan pelaku IKM terhadap strategi pengembangan industri kreatif berbasis teknologi.
Selain pelatihan perdanaan, DKUKMPP juga menggelar workshop pelatihan batik bagi pelaku IKM Batik yang dilaksanakan di Sentra Batik Salingka Tabek, Koto Baru.
Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran langsung bagi pengrajin batik untuk mengasah kemampuan mereka dalam teknik pewarnaan, desain motif khas daerah, hingga pengemasan produk yang lebih menarik dan bernilai jual tinggi.
Kepala DKUKMPP Kabupaten Solok, Radiyatul Hayat, SH, MH, menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan dan workshop ini merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan industri lokal agar lebih berdaya saing.
"Kami ingin pelaku IKM di Kabupaten Solok bisa naik kelas. Melalui pelatihan dan workshop seperti ini, mereka tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis, tetapi juga pengetahuan manajemen dan strategi pemasaran berbasis digital," ujar Radiyatul kepada media ini, Jumat (7/11/25)
Sementara itu, Kepala Bidang Industri DKUKMPP, Catra Desiana, yang akrab disapa Desi, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana bagi para pelaku IKM untuk saling berbagi pengalaman serta memperkuat sinergi antar pelaku usaha.
"Workshop batik di Salingka Tabek ini sangat bermanfaat bagi pelaku IKM, karena mereka bisa langsung praktik teknik pewarnaan alami, pembuatan motif khas, dan belajar strategi promosi produk batik secara online," jelas Desi.
Salah seorang peserta pelatihan yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan dan workshop yang diberikan oleh DKUKMPP membuka wawasan baru tentang bagaimana mengelola usaha dengan lebih profesional dan modern.
"Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Solok, khususnya DKUKMPP. Melalui pelatihan ini, kami jadi tahu cara mengatur keuangan usaha, membuat produk lebih menarik, dan memasarkan melalui media sosial. Ini sangat membantu untuk kami yang baru mulai berkembang," ujarnya.
Dengan adanya kegiatan pelatihan dan workshop ini, diharapkan pelaku IKM di Kabupaten Solok semakin inovatif, mandiri, dan mampu bersaing di pasar modern, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. (RS)